• This is slide 1 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...
  • This is slide 2 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...
  • This is slide 3 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...
  • This is slide 4 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...
  • This is slide 5 description. Go to Edit HTML of your blogger blog. Find these sentences. You can replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by NewBloggerThemes.com...

Jumat, 05 Desember 2014

Tanda Tanya dibalik wacana pengosongan kolom KTP

     Merebaknya isu pengosongan kolom agama pada KTP menuai protes dan tanda tanya besar. Sejak dulu hingga sekarang perihal agama menjadi sorotan penting dan menjadi dasar munculnya penolakan oleh sejumlah oknum liberal, plural, dan paham paham sesat lainnya,utamanya kepada agama mayoritas masyarakat indonesia yaitu islam. Sampai sampai perihal kecil seperti dalam KTP  yang bersinggungan dengan agama tak luput dari perhatian mereka.

     Pengosongan kolom agama pada KTP menjadi wacana yang tidak main-main dan pemerintahan baru seakan menjadi kesempatan emas untuk mewujudkannya. Ada apakah ini?

     Tanda tanya besar dibalik pengosongan kolom agama pada KTP ini dijawab oleh pengusungnya (intelek penyesat ummat) dengan sejumlah alasan alasan yang tidak masuk akal. 

Direktur Megawati Institute Siti Musdah Mulia mengatakan "kolom agama dalam KTP kerap di politisi salam berbagai kepentingan jangka pendek" . "Keterangan agama pada kartu identitas dinilai justru sapat disalah gunakan". "Misalnya, pegawai  yang berlainan agama susah untuk naik pangkat" kata musdah saat diskusi mengenai misi capres, bertajuk "Masa Depan Kebebesan Beragama dan Kelompok Minor di Indonesia" di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/6/2014)

Basuki Tjahaja Purnama yang dikenal dengan nama Ahok mengatakan kolom agama pada KTP tidak ada gunanya. ada banyak aliran agama yang dianut oleh penduduk Indonesia. Tak jarang aliran tersebut menafsirkan ritual agamanya dengan sangat berbeda. Jadi terlalu naif jika pemerintah  hanya mengakui beberapa agama saja dan membatasi penduduknya untuk memilih agama . Kata Ahok

      Alasan alasan tersebut diatas tentu saja menimbulkan pertentangan dari banyak tokoh islam. Dan ketua Majelis Ulama indonesia (MUI) mengatakan tidak ada hubungannya antara kolom agama di KTP dan perlakuan diskriminatif. Justru dengan adanya kolom agama itu  banyak manfaatnya. Kolom agama memudahkan pemerintah untuk melakukan pembinaan umat beragama dan memudahkan sesorang dalam pergaulan. Kolom agama bukan untuk diskriminasi tapi transparansi. Agama seharusnya bukan menjadi sesuatu yang perlu ditakutkan ....... (jum'at 20/6 ) (sebagaimana dikutip dalam majalah RM edisi 31/Th.III)

     Jika persoalan agama ini merupakan hal yang pokok dalam kehidupan maka tidak  berarti menjadi sesuatu yang ditakuti. Justru yang harus dikhwatirkan adalah ajaran yang anti agama, yang berpaham liberal dan berpaham sesat lainnya. karena sesungguhnya mereka hanya pemembuat kekacauan dimuka bumi betapapun mereka terkenal sebagai intelek dengan titel pangkat kuadrat. Seperti  pengosongan kolom agama pada KTP yang diusung justru akan memberikan peluang yang besar kepada  paham ateisme, liberalisme, syiah dan paham paham sesat lainnya utuk semakin berkembang pesat dan bergerak bebas dimanapun mereka berada. Naudzubillaahimindzalik

Kamis, 04 Desember 2014

Awas! Bahaya Acara Televisi

      Mengamati perkembangan acara televisi semakin mengkhawatirkan. Dari tayangan berita, sinetron,  iklan sampai realty show menjadi tayangan dengan status berbahaya . Utamanya bagi anak anak yang sedang dalam masa pembentukan karakter dan kaula muda yang sedang mencari jati diri.

    Bahaya acara televisi tidak tanggung tangung. Tidak hanya merusak akhlak dan pikiran tetapi juga aqidah. Sehingga banyak bermunculan artikel artikel yg menjelaskan secara detail tentang pengaruh buruk televisi, yang tersebar luas di internet. Sampai sampai muncul pula sebuah komentar yang beredar di media sosial "guru dibayar murah untuk memperbaiki akhlak, sedangkan artis dibayar mahal untuk merusak akhlak.

     Tidak semua acara televisi itu buruk tetapi sadar tidak sadar, yang merusak lebih mendominasi. Coba perhatikan, berita kriminal yang terlalu bebas memberitakan adegan demi adegan tindak kriminal yang dilakukan oleh pelaku kejahatan. Dan ini secara tidak langsung mengajarkan kepada masyarakat bagaimana cara melakukan tindak kejahatan. Kemudian banyak tayangan sinetron anak muda yang tidak bermutu, tidak jauh jauh dari dunia percintaan yg tidak halal, dan tanpa batas. Dan ini mendidik generasi muda untuk menjadi pribadi yang lemah akan cinta, bebas mengekspresikan cinta yg haram,  adegan cipika cipiki, berpelukan adalah hal yang lumrah Astghfirullaah..generasi kita dididik agar terbiasa dan menganggap semua itu adalah hal yg biasa, modern sehingga mereka tidak mengenal lagi batas halal dan haram dalam berinteraksi dengan dunia sosialnya, dunia pergaulannya. Belum lagi sinetron lainnya yg mengajarkan untuk tidak menghormati orang tua, menghormati orang yg lebih tua dan guru, muncul sinetron dengan menisbatkan diri nya sebagai jelmaan binatang, sinetron agama budaya yg gencar ditampilkan di masyarakat yg mayoritas muslim. munculnya acara reality show dengan tujuan menjadikan mereka artis dan lain sebagainya. Astghfirullaah wa naudzuubillahi mindzalik. Ingin sekali kukatakan bahaya acara televisi sudah masuk stadium tiga. Pantas saja jika ada orang tua yang sangat khawatir  dengan selalu menemani putra putrinya meninton televisi sebagai bentuk pangawasan dan tanggung jawab dan ada pula yang  meniadakan televisi dirumahnya sendiri.

     Bahaya acara televisi ini tidak terlepas dari oknum oknum yang rusak aqidah, akhlak dan pikirannya dan hanya ingin meraup keuntungan dunia tanpa memikirkan akibat buruknya. Seakan ada upaya tersembunyi untuk merusak generasi umat ini.

     Wahai generasi muda muslim, kalian adalah generasi penerus ummat ini. berhati hatilah karena musuh siap menghancurkan kita, utamanya generasi muda. Jika musuh musuh islam sulit untuk memerangi kita secara langsung untuk mengeluarkan kita dari agama ini. Maka mereka mencari cara untuk mengikis jiwa keislaman dari hati kita tanpa perlu keluar dari agama ini hingga akhirnya islam hanya tinggal nama dan Al Qur,an tinggal tulisan saja. Dan salah satu cara nya adalah dengan menyusupkan nilai nilai kebebasan (liberalisme dan pluralisme) , pengikisan aqidah melalui sajian acara televisi